Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras

Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras

KABUPATEN BOGOR, Mediainovasinews.com — Perum BULOG Kantor Cabang Bogor mulai menyalurkan bantuan pangan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 dengan volume sekitar 24.000 ton yang menjangkau wilayah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. Penugasan ini diberikan oleh Badan Pangan Nasional (Bepanas).

Kepala Perum BULOG Cabang Bogor, Dadan Irawan, saat ditemui awak media pada Rabu (21/10/2026) menjelaskan secara rinci mekanisme penyaluran dan kriteria penerima bantuan pangan. Ia menegaskan bahwa kriteria desil merupakan ranah kewenangan Kementerian Sosial, namun Bulog wajib menyalurkan bantuan hanya kepada warga yang masuk dalam desil 1 hingga 4.

“Penerima bantuan pangan ini adalah masuk dalam desil 1 sampai 4. Di luar desil 1 sampai 4 tidak menerima bantuan pangan,” tegas Dadan.

Jika penerima terdata meninggal dunia, pindah domisili, atau desilnya meningkat, maka digantikan oleh warga lain yang juga masuk dalam desil 1–4. Dadan juga menegaskan larangan penyaluran di luar ketentuan:

“Jangan dipaksakan disalurkan pada penerima yang mungkin di luar ketentuan, di luar desil 1 sampai 4. Kalau dipaksakan disalurkan… melanggar ketentuan. Tidak boleh.”

Beras yang dikembalikan karena tidak memenuhi syarat akan diterima kembali oleh Bulog dan menjadi cadangan pangan pemerintah. Jumlah pengembalian bervariasi di setiap desa dan kelurahan tergantung dinamika warga.

Program ini merupakan program stimulus pemerintah yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, sehingga pendapatan keluarga dapat dialihkan untuk kebutuhan lain seperti lauk-pauk dan biaya pendidikan.

“Kami Bulog sebagai penerima tugas untuk menyalurkan beras bantuan pangan berharap bisa mengurangi beban masyarakat dalam kondisi mungkin ekonomi seperti sekarang,” ujar Dadan.

Haryo/Chris

More From Author

Guru Besar Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER), Prof. Dr. Eng. Ir. Iman Kartolaksono Reksowardojo, M.Eng., Menilai Transisi Otomotif Indonesia Tidak Bisa Bertumpu Pada Satu Teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *