
Mediainovasinews.com, Depok – Hasan Basri – Kantor Kemenag Kota Depok dalam sarasehan Depok Kota Inklusif yang diselenggarakan pada hari Rabu Wage, 14 Oktober 26 bertempat di gedung dakwah MUI Kota Depok, Jl. Nusantara No. 5 – 7, Pancoran mas, Kota Depok.
Basri menyampaikan bahwa Kota Depok merupakan kota heterogen yang sudah terjadi sejak dahulu terutama dengan adanya budak budak yang dibawa oleh Chornelis Chastelein untuk babad alas menjadikan kota Depok yang heterogen. Ditambah lagi lebih heterogen dengan dibukanya proyek Perumahan Perumnas Depok tahun 1975 dengan demikian bertambahlah banyaknya perbedaan perbedaan yang semakin banyak dan luas.
Unsur perbedaan itu bukan hanya adanya beda suku, adat, budaya, pulau, golongan dan agama serta ras yang ada. Perbedaan yang semakin besar dan luas ini dimungkinkan sangatlah rentan dengan adanya konflik horisontal yang ada di wilayah yang kita huni.
Dengan adanya saresehan seperti ini sangat diperlukan guna meminimalisir angka konflik yang akan muncul. Kegiatan sosialisasi seperti ini harus selalu dilakukan berulang ulang bukan hanya bagi para ulama atau pemuka adat akan tetapi juga bagi pemuda dan pelajar bahkan juga bagi anak anak kita sebelum masuk sekolah.
Kedepan kita harus terus bekerja untuk mau memberikan teladan dan contoh yang baik bagi penerus bangsa ini. Bukan hanya sarasehan disini akan tetapi juga di kelas kelas di sekolah dan di masyarakat serta komunikasi komunitas yang ada.
Harapannya adalah generasi muda ini dapat faham dan sadar akan kondisi yang merupakan sunatullah agar tetap berdiri kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Ars)